Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Nabire Top"

SUARA.NABIRE - Setelah sempat mengalami penundaan, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire sukses mengumumkan hasil rekapitulasi dan penetapan penghitungan suara dalam pemilihan Bupati-Wakil Bupati Nabire tahun 2020.

Rapat Pleno hasil rekapitulasi dan penetapan penghitungan suara tersebut berlangsung di kantor KPU Nabire yang terletak di jalan Ahmad Yani, pada hari Kamis (17/12/20), dengan pengamanan ketat dari pihak TNI-Polri.

Turut hadir dalam Pleno tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Nabire: Markus Madai, SE, Komisioner Bawaslu Nabire: Adriana Sahepa, S.PAK, Komisioner Bawaslu Nabire: Yulianus Nokuwe, SH, dan para Saksi dari Ketiga Paslon.

Ketua KPU Nabire, Wilhelmus Degei beserta Komisioner KPU lainnya: Denny Merin, Nelius Agapa, Rahman Syaiful, dan Jhoni Kambu, menyatakan bahwa berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan Pilkada tahun 2020 di tingkat KPU Kabupaten Nabire, Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Nabire Nomor Urut 2: Mesak Magai-Ismail Djamaludin (Paket Mesi) sukses menjadi pemenang dengan mengantongi 61.729 suara (36,40%).

Urutan kedua ditempati Paslon Yufinia Mote-Muhammad Darwis (Paket Yuda) yang mendapat 61.423 suara (36,22%). Posisi ketiga ditempati paslon FX Mote-Tabroni M Cahya (Fans Bro) yang memperoleh 46.224 suara(27,38%).


Menyambut kemenangan Paslon nomor urut 02, Nancy Worabay, S,Sos., selaku Sekertaris Tim Kualisi Nabire Hebat dan juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan, menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada semua masyarakat kabupaten Nabire  

"Saya mengucapkan terima kasih untuk seluruh rakyat Nabire. Sukses untuk semua. Pesan saya, pak Mesak dan pak Ismail jadi Bupati bukan untuk Tim sukses, tetapi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Nabire," demikian dikatakan Nancy ketika dikonfirmasi awak media ini via seluler.

Nancy juga mengucapkan terima kasih kepada semua penyelenggara, baik itu dari jajaran KPU, Bawaslu dan semua masyarakat Nabire yang turut mengambil bagian dalam menyukseskan Pilkada kabupaten Nabire Tahun 2020.

“Pihak keamanan, dalam hal ini TNI-Polri, saya juga mengucapkan terima kasih banyak karena dalam pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Nabire ini, semua berjalan aman, damai, dan sejuk,” demikian tutup Nancy. (Red)

SUARA.NABIRE - Para pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nabire nomor urut 01, yang di kenal dengan sebutan "Yuda" (Yufinia-Darwis), pada hari Rabu (16/12/20), mendatangi kantor Bawaslu Nabire untuk menggelar aksi penolakan sistem noken yang diberlakukan pada Distrik Menou dan Dipa.

Massa Paslon Yuda menuntut agar demi keadilan sistem noken yang digunakan di Distrik Dipa dan Menou dibatalkan, karena tidak sah. Massa juga meminta agar aparat keamanan bisa memfasilitasi mereka untuk bertemu dengan pihak Bawaslu.

Berdasarkan pantauan awak media ini, sekitar pukul 12.20 Wit, massa melakukan orasi yang disampaikan perwakilan Yopi Wakerwa dengan tuntutan sebagai berikut: 
  1. Kami ke sini ingin bertemu dengan Bawaslu Nabire agar Bawaslu Nabire mengeluarkan surat pembatalan rekapitulasi Distrik Dipa - Menou yang dianggap melakukan kecurangan.
  2. Kami ke sini atas inisiatif kita bukan paksaan yang menuntut keadilan sehingga kami berharap pihak keamanan dapat memfasilitasi kami.
  3. Apabila tuntutan kami tidak terpenuhi kami akan tetap bertahan, hingga Bawaslu Nabire datang untuk bertemu kami disini.
  4. Kami mengancam akan menduduki kantor KPU dan Bawaslu Nabire hingga tuntutan kami terpenuhi.



Terkait polemik sistem noken ini, salah seorang Tokoh jalan Pemuda Nabire, Hermambo Rumaropen S.Sos, ketika ditemui awak media ini, mengatakan dengan tegas bahwa Nabire tidak termasuk dalam daftar sistem Noken.

"Ya, kalau menurut saya sebagai warga Nabire pencinta politik, bahwa sistem noken itu berlaku bagi lima Kabupaten pegunungan, yang terdiri dari Intan Jaya, Puncak Jaya dan semua Kabupaten yang ada di pegunungan," demikian dijelaskan Hermambo.

Dikatakannya bahwa sistem noken berguna bagi mereka di pegunungan mengingat jaraknya cukup jauh dan SDM nya terbatas.

"Sistem noken itu berguna bagi mereka. Karena melihat sikon atau kondisi antara kampung ke kampung, tidak mudah untuk dicapai karena jaraknya cukup jauh. Dan kemudian masalah SDM terbatas," terang Hermambo.

Sementara Dipa Menou, lanjutnya, adalah bagian daripada wilayah kabupaten Nabire dan bukan kabupaten Dogiyai atau Deyai. 

"Dipa-Menou adalah hulu bagi kabupaten Nabire. Dan dikategorikan bahwa sistem nokennya yaitu di bagian hulu daripada kabupaten Nabire, tidak bisa untuk dilaksanakan," tutur Hermambo. 

Ditambahkan Hermambo bahwa masyarakat kabupaten Nabire harus menyadari bahwa sistem noken tidak bisa berlaku di Kabupaten Nabire mengingat UU Otonomi Khusus yang mempengaruhi hal tersebut.

"Karena apa? Karena aturan Undang-Undang Otonomi Khusus yang diterapkan bagi sistem budaya adat dan istiadat itu yang sangat mempengaruhi sampai mengakibatkan adanya sistem noken itu," ucapnya. 

"Untuk itu, kita sebagai masyarakat kabupaten Nabire harus menyadari hal itu karena sistem noken itu bukan berlaku di Kabupaten Nabire. Terima kasih," demikian tutup Hermambo

Berbeda halnya dengan pendapat Tokoh pemuda Andalas di Siriwini, Agustinus Norton Karubuy, S.IP., M.Si. Menurutnya, sistem noken secara sah sudah diakui oleh Mahkamah Konstitusi, juga pernah digunakan Isaias Douw dalam memenangi Pemilukada di Kabupaten Nabire.

"Jadi, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Paslon 01 hari ini, itu hanya ibarat 'membuang garam di air laut'. Karena sistem noken itu secara sah sudah diakui oleh Mahkamah Konstitusi. Hal ini bahkan diakui dalam lima tahun lalu ketika saudara Deki Kayame maju sebagai calon kandidat melawan Isaias Douw," ucap Norton

Menurutnya, sistem noken inilah yang digunakan oleh Isaias Douw untuk memenangi Pemilikada di kabupaten Nabire lima tahun yang lalu.

Norton menjelaskan, bahwa sistem noken adalah sistem yang digunakan dalam pesta demokrasi, khusunya di tanah Papua. Ini diberlakukan untuk daerah-daerah terisolir, khususnya di daerah pegunungan tengah Papua. 

"Kabupaten Nabire adalah kabupaten yang berada di pesisir dalam wilayah Provinsi Papua. Namun, perlu diketahui bahwa selama sepuluh tahun kabupaten ini dalam pembangunannya itu dikategorikan di dalam wilayah adat Meepago," jelas Norton.

"Rata-rata bentuk pemilihan politik atau pesta demokrasi yang dilakukan di wilayah Meepago itu masih menggunakan sistem noken," lanjutnya.

Norton juga menjelaskan bahwa beberapa distrik di bagian belakang kabupaten Nabire, khususnya distrik Menou-Dipa sudah menggunakan sistem noken selama sepuluh tahun terakhir.

"Kita ketahui, ada beberapa distrik khususnya distrik di bagian belakang kabupaten Nabire, khususnya lagi Menou-Dipa, selama sepuluh tahun terakhir ini sistem politik yang digunakan adalah sistem noken," ungkap Norton.

Dijelaskan Norton, bahkan pada tahun 2010 dan tahun 2015, Isaias Douw bisa terpilih menjadi Bupati Nabire selama dua periode, karena menggunakan sistem noken.

"Pasangan nomor 01 yang hari ini didukung oleh Bupati Isaias Douw dalam kepemimpinannya sejak 2010 dengan wakilnya Mesak Magai yang hari ini maju sebagai Paslon nomor 02, itu menggunakan sistem noken. Sehingga Isaias Douw Tahun 2010 bisa menjadi Bupati," tegas Norton.

"Di tahun 2015, ketika Isaias Douw maju bersama Amirula, itu pun menggunakan sistem noken untuk dua Distrik: Dipa-Menou, dan juga distrik di daerah bagian belakang Kabupaten Nabire," bebernya.

Menurutnya, jika sistem noken ini kemudian di tolak hari ini, maka hal itu merupakan "blunder politik".

"Artinya, hari ini ketika sistem Noken itu di tolak oleh Paslon 01, sebenarnya ini merupakan blunder politik yang sudah diterapkan dan sudah dilakukan selama ini dalam perpolitikan di Kabupaten Nabire," demikian dikatakan Norton.

"Jadi hari ini deal bahwa distrik Menou dan Dipa adalah milik Paslon nomor 02 Mesak Magai yang adalah anak negeri, anak asli dari distrik Menou dan Dipa. Sekian dan terima kasih," tutup Norton ketika ditemui awak dan pimpinan media ini di salah satu Caffe yang terletak di Bumiwonorejo, kota Nabire (Red).

Galeri Video:

Tanggapan Hermambo Rumaropen S.Sos:

Tanggapan Agustinus Norton Karubuy, S.IP., M.Si

SUARA.NABIRE - Menanggapi aksi demo dari pendukung Paslon Yuda di depan Kantor Bawaslu Nabire pada hari Rabu (16/12/20), Peter Worabay, seorang Tokoh Politik di kota Nabire, menegaskan bahwa sistem noken adalah sah dan diakui oleh negara.

Demikian hal ini dikatakan Peter yang akrab dipanggil "Bung Peter" ketika ditemui awak media ini di Jl. Jendral Sudirman, tepatnya di depan Gereja Sion Karang Tumaritis.

"Ya, melihat Bupati Isaias Douw pada hari ini tanggal 16 Desember turun memimpin masa demo untuk menolak sistem noken dari Distrik Dipa dan Menou, ada beberapa hal yang ingin saya katakan," ungkap Bung Peter.

Hal pertama, lanjut Bung Peter, bahwa sebagai pejabat, Douw harus tahu saat ini ada peraturan Covid-19 yang melarang pengumpulan masa. "Dia harus melaksanakan itu, artinya tidak boleh mengumpulkan masa," tegas Bung Peter.

"Kedua, jika dia berkeberatan dengan sistem ikat dari Dipa dan Menou, kan dia juga pake sistim ini di tahun 2010? Sepuluh tahun yang lalu waktu dia mau jadi Bupati kan dia pake sistem ini, kemudian tahun 2015 ketika dia mau jadi Bupati lagi, dia juga pake sistem ini," beber Bung Peter.

Dikatakannya jika hari ini sistem tersebut digunakan oleh anak adat, maka hal ini tidak perlu di tolak.

"Lalu hari ini, anak adat setempat yang punya Nabire mau pake ini lalu dia keberatan, dasarnya apa? Mengapa ko bisa pake itu dua kali berturut-turut?," ucap Bung Peter

Menurutnya, seharusnya sistem noken tidak di tolak mengingat saat ini sistem tersebut juga digunakan oleh Mesak Magai yang sama seperti digunakan Isaias Douw pada lima tahun lalu.

"Sekarang anak asli Mesak Magai mau pake itu untuk dirinya kenapa tidak bisa? Dan itu juga yang Deki Kayame dan Hendrik Andoi mereka gugat di MK tapi kan MK tolak dan menyetujui sistem ikat dari Dipa dan Menou? Itu lima tahun lalu Isaias Douw pake itu," ungkap Bung Peter.

"Lalu hari ini kalo Mesak Magai pakai sistem ini, apa salahnya? Salahnya dimana? Kan sama?," demikian dipertanyakan Bung Peter

Jadi menurutnya sistem noken adalah sah sebagai salah satu jalan yang ditempuh dan tidak perlu untuk digugat.

"Sistem noken sah-sah saja. Tidak boleh digugat. Itu jalan yang dia tempuh sebagai pejabat, sebagai seorang Bupati. Kalo hari ini rakyat mau tempuh jalan itu kenapa ko bilang tidak boleh? Wah itu keliru," demikian tutup Bung Peter Worabay. 

Ketika awak media ini mencoba meminta tanggapan beberapa perwakilan dari pendukung Paslon Yuda yang menggelar aksi penolakan sistem noken di depan kantor Bawaslu Nabire, mereka justru memilih untuk tidak berkomentar soal hal tersebut. (Red).  

SUARA.NABIRE - Suasana penuh sukacita mewarnai perayaaan Natal Civitas Akademika Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire, pada hari Jumat (4/12/20) mulai Pukul 16.00 WIT hingga selesai. 

Acara berlangsung di Aula Fisip Uswim dengan menerapkan protokol Covid-19, dan dihadiri oleh Rektor Uswim Nabire beserta segenap unsur pimpinan mulai dari Pembantu Rektor, para Dekan, dan seluruh dosen, serta mahasiswa Uswim Nabire.

Perayaan Natal berlangsung dibawah Tema: "Mereka Akan Menamakan-Nya Imanuel" (Matius 1:23), dengan Sub Tema: "Dengan Kelahiran Sang Imanuel, Menguatkan dan Memampukan Civitas Akademika Uswim untuk Terus Berkarya Walaupun Ada di Tengah Suasana Covid-19".

Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Abriyani K. Ngangangor, S.Si Teol, yang kemudian ditutup dengan sambutan Natal dari Rektor Uswim Nabire, Drs. Petrus I Suripatty, M.Si.

Indahnya ibadah Natal tersebut juga di isi dengan persembahan pujian dari kwartet dosen Uswim, vocal grup dari ibu-ibu dosen yang tergabung dalam seksi konsumsi, dan persembahan Solo dari Pembantu Rektor IV Uswim Nabire.

Kwarted Dosen Uswim Nabire

Vocal Grup Panitia Natal Uswim, Seksi Konsumsi  

Dalam renungan Natalnya, Pdt. Abriyani mengatakan bahwa perayaan Natal di tengah pandemi Covid-19 sesungguhnya mengingatkan kepada orang percaya tentang kasih Tuhan yang besar dan selalu dinyatakan dalam perjalanan kehidupan setiap orang percaya.

"Sudahkah kita siap menerima Dia dalam perayaan Natal yang bukan sekedar menyanyikan Malam Kudus, tetapi mengimani bahwa Dia Bayi Natal itu, hadir dan lahir dalam diri kita," demikian tegas Abriyani.

Abriyani menambahkan bahwa badai Covid-19 seharusnya tidak membatasi umat percaya untuk tetap saling mengasihi sesamanya.

"Dalam kesempatan ini juga saya mau sampaikan bahwa badai covid mungkin membatasi kita, tetapi bukan berarti silahturahmi, kasih kita dengan sesama kita, dan dengan orang yang tidak seiman dengan kita harus putus begitu saja," ungkapnya

Karenanya, Abriyani menekankan bahwa dalam menghadapi badai Covid-19 yang masih terus bergulir, maka Civitas Akademisi Uswim Nabire harus terus mengandalkan Tuhan dalam mengasihi sesama melalui tanggungjawab yang sudah diberikan.

"Sebagai pribadi, tetapi juga sebagai akademisi ditengah-tengah Civitas Akademika Uswim Nabire, lakukanlah apa yang menjadi tanggunggungjawab kita," tutur Abriyani mengakhiri renungannya.

Pdt. Abriyani K. Ngangangor, S.Si Teol

Rektor Uswim Nabire, Drs. Petrus I Suripatty, M.Si, melalui sambutan Natalnya, berpesan kepada seluruh keluarga besar Uswim untuk menyikapi situasi dan kondisi dengan penuh damai dan saling mendoakan.

Rektor Uswim Nabire: Drs. Petrus I Suripatty, M.Si

Tak lupa Suripatty mengingatkan bahwa perayaan Natal bagi kaum akademisi di tengah Pandemi Covid-19 merupakan momen untuk saling mengontrol dan mengingatkan satu dengan yang lainnya dalam menjalani kehidupan, baik sebagai pribadi, teristimewa kehidupan selaku keluarga besar Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire.

"Kiranya Kristus Imanuel, Tuhan Yesus Putra Natal itu akan senantiasa menyertai kita dalam melaksanakan tugas dan tanggunggjawab kita di hari-hari terakhir, 27 hari yang sisa di tahun pelayanan 2020 ini," demikian dikatakan Suripatty mengakhiri sambutannya. (Red)

GALERI:












MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget