Halloween Costume ideas 2015

Sampah Tutup Sebagian Bahu Jalan, Warga Nabire Bilang "Sapa Mo Help?"

SUARA.NABIRE - Keberadaan tumpukan sampah yang hampir setiap harinya menutup sebagian bahu jalan utama di depan Pasar Karang Tumaritis kembali dikeluhkan warga, khususnya para pengguna kendaraan yang melewati lokasi tersebut. 

Sis (44 Tahun), seorang warga Girimulyo yang setiap harinya melintas di jalan tersebut, mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media ini tentang tumpukan sampah yang sangat meresahkan ketika dirinya melintas di depan Pasar Karang Tumaritis.

"Sampah-sampah itu membahayakan kami pengguna kendaraan, karena setiap melintasi jalan ini kami harus berusaha menghindari tumpukan sampah dan sekaligus menghindari kendaraan lain yang berlawanan arah dengan kami," demikian ungkap Sis

"Kalo setiap hari kami harus berhadapan dengan sampah-sampah ini, torang bisa apa? Siapa mau help?," demikian tutur Sis dengan sedikit bercanda.

Sis juga mengatakan bahwa hampir setiap hari jalan tersebut selalu macet, bahkan ceceran sampah yang berserakan juga menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat. 

Berdasarkan pantauan awak media ini, Kamis (10/12/20), sampah tersebut memang sudah banyak yang tercecer hingga menutupi sebagian bahu jalan dan menimbulkan aroma busuk yang tercium dari jarak sekitar 20 meter.

Bahkan pengendara dari arah Jalan Raya Kios Panjang yang hendak menuju ke arah Patung dan Wonorejo atau sebaliknya arah Patung dan Wonorejo ke arah Kios Panjang, memang sangat terganggu dengan keberadaan tumpukan sampah tersebut. 

Pasalnya, hampir satu meter lebih bahu jalan itu tertutup oleh tumpukan sampah. Bila kendaraan besar melintas, kendaraan dari dua arah mesti melambatkan lajunya, atau mengantri bergantian. 

Novi (46 Tahun), seorang pengendara asal Wonorejo yang melintas di lokasi, mengatakan bahwa tumpukan sampah tersebut membahayakan pengguna kendaraan. 

"Seharusnya sampah tersebut tidak sampai menutupi tepian jalan. Selain bau, ini bisa membahayakan pengendara. Coba bayangkan aja kalau malam enggak ada penerangan, lalu ada pengendara enggak hati-hati, kan bisa nabrak tuh," ujar Novi dengan dialeg Jawa kepada awak media ini di lokasi. 

Pengendara motor lainnya, Yusuf (28 Tahun), warga Karang Barat ini berharap tepian jalan tidak digunakan menjadi lokasi pembuangan sampah. 

"Paling tidak sampah tra berserakan seperti begini ka. Kalau kurang tempat penampungan, lebih baik diambil secara rutin. Supaya sampah tra sampe menumpuk begitu," ujar Yusuf kepada awak media ini (Red).
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget