Halloween Costume ideas 2015

Massa Yuda Datangi Bawaslu Tolak Sistem Noken, Berikut Tanggapan Kedua Tokoh Pemuda Nabire

SUARA.NABIRE - Para pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nabire nomor urut 01, yang di kenal dengan sebutan "Yuda" (Yufinia-Darwis), pada hari Rabu (16/12/20), mendatangi kantor Bawaslu Nabire untuk menggelar aksi penolakan sistem noken yang diberlakukan pada Distrik Menou dan Dipa.

Massa Paslon Yuda menuntut agar demi keadilan sistem noken yang digunakan di Distrik Dipa dan Menou dibatalkan, karena tidak sah. Massa juga meminta agar aparat keamanan bisa memfasilitasi mereka untuk bertemu dengan pihak Bawaslu.

Berdasarkan pantauan awak media ini, sekitar pukul 12.20 Wit, massa melakukan orasi yang disampaikan perwakilan Yopi Wakerwa dengan tuntutan sebagai berikut: 
  1. Kami ke sini ingin bertemu dengan Bawaslu Nabire agar Bawaslu Nabire mengeluarkan surat pembatalan rekapitulasi Distrik Dipa - Menou yang dianggap melakukan kecurangan.
  2. Kami ke sini atas inisiatif kita bukan paksaan yang menuntut keadilan sehingga kami berharap pihak keamanan dapat memfasilitasi kami.
  3. Apabila tuntutan kami tidak terpenuhi kami akan tetap bertahan, hingga Bawaslu Nabire datang untuk bertemu kami disini.
  4. Kami mengancam akan menduduki kantor KPU dan Bawaslu Nabire hingga tuntutan kami terpenuhi.



Terkait polemik sistem noken ini, salah seorang Tokoh jalan Pemuda Nabire, Hermambo Rumaropen S.Sos, ketika ditemui awak media ini, mengatakan dengan tegas bahwa Nabire tidak termasuk dalam daftar sistem Noken.

"Ya, kalau menurut saya sebagai warga Nabire pencinta politik, bahwa sistem noken itu berlaku bagi lima Kabupaten pegunungan, yang terdiri dari Intan Jaya, Puncak Jaya dan semua Kabupaten yang ada di pegunungan," demikian dijelaskan Hermambo.

Dikatakannya bahwa sistem noken berguna bagi mereka di pegunungan mengingat jaraknya cukup jauh dan SDM nya terbatas.

"Sistem noken itu berguna bagi mereka. Karena melihat sikon atau kondisi antara kampung ke kampung, tidak mudah untuk dicapai karena jaraknya cukup jauh. Dan kemudian masalah SDM terbatas," terang Hermambo.

Sementara Dipa Menou, lanjutnya, adalah bagian daripada wilayah kabupaten Nabire dan bukan kabupaten Dogiyai atau Deyai. 

"Dipa-Menou adalah hulu bagi kabupaten Nabire. Dan dikategorikan bahwa sistem nokennya yaitu di bagian hulu daripada kabupaten Nabire, tidak bisa untuk dilaksanakan," tutur Hermambo. 

Ditambahkan Hermambo bahwa masyarakat kabupaten Nabire harus menyadari bahwa sistem noken tidak bisa berlaku di Kabupaten Nabire mengingat UU Otonomi Khusus yang mempengaruhi hal tersebut.

"Karena apa? Karena aturan Undang-Undang Otonomi Khusus yang diterapkan bagi sistem budaya adat dan istiadat itu yang sangat mempengaruhi sampai mengakibatkan adanya sistem noken itu," ucapnya. 

"Untuk itu, kita sebagai masyarakat kabupaten Nabire harus menyadari hal itu karena sistem noken itu bukan berlaku di Kabupaten Nabire. Terima kasih," demikian tutup Hermambo

Berbeda halnya dengan pendapat Tokoh pemuda Andalas di Siriwini, Agustinus Norton Karubuy, S.IP., M.Si. Menurutnya, sistem noken secara sah sudah diakui oleh Mahkamah Konstitusi, juga pernah digunakan Isaias Douw dalam memenangi Pemilukada di Kabupaten Nabire.

"Jadi, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Paslon 01 hari ini, itu hanya ibarat 'membuang garam di air laut'. Karena sistem noken itu secara sah sudah diakui oleh Mahkamah Konstitusi. Hal ini bahkan diakui dalam lima tahun lalu ketika saudara Deki Kayame maju sebagai calon kandidat melawan Isaias Douw," ucap Norton

Menurutnya, sistem noken inilah yang digunakan oleh Isaias Douw untuk memenangi Pemilikada di kabupaten Nabire lima tahun yang lalu.

Norton menjelaskan, bahwa sistem noken adalah sistem yang digunakan dalam pesta demokrasi, khusunya di tanah Papua. Ini diberlakukan untuk daerah-daerah terisolir, khususnya di daerah pegunungan tengah Papua. 

"Kabupaten Nabire adalah kabupaten yang berada di pesisir dalam wilayah Provinsi Papua. Namun, perlu diketahui bahwa selama sepuluh tahun kabupaten ini dalam pembangunannya itu dikategorikan di dalam wilayah adat Meepago," jelas Norton.

"Rata-rata bentuk pemilihan politik atau pesta demokrasi yang dilakukan di wilayah Meepago itu masih menggunakan sistem noken," lanjutnya.

Norton juga menjelaskan bahwa beberapa distrik di bagian belakang kabupaten Nabire, khususnya distrik Menou-Dipa sudah menggunakan sistem noken selama sepuluh tahun terakhir.

"Kita ketahui, ada beberapa distrik khususnya distrik di bagian belakang kabupaten Nabire, khususnya lagi Menou-Dipa, selama sepuluh tahun terakhir ini sistem politik yang digunakan adalah sistem noken," ungkap Norton.

Dijelaskan Norton, bahkan pada tahun 2010 dan tahun 2015, Isaias Douw bisa terpilih menjadi Bupati Nabire selama dua periode, karena menggunakan sistem noken.

"Pasangan nomor 01 yang hari ini didukung oleh Bupati Isaias Douw dalam kepemimpinannya sejak 2010 dengan wakilnya Mesak Magai yang hari ini maju sebagai Paslon nomor 02, itu menggunakan sistem noken. Sehingga Isaias Douw Tahun 2010 bisa menjadi Bupati," tegas Norton.

"Di tahun 2015, ketika Isaias Douw maju bersama Amirula, itu pun menggunakan sistem noken untuk dua Distrik: Dipa-Menou, dan juga distrik di daerah bagian belakang Kabupaten Nabire," bebernya.

Menurutnya, jika sistem noken ini kemudian di tolak hari ini, maka hal itu merupakan "blunder politik".

"Artinya, hari ini ketika sistem Noken itu di tolak oleh Paslon 01, sebenarnya ini merupakan blunder politik yang sudah diterapkan dan sudah dilakukan selama ini dalam perpolitikan di Kabupaten Nabire," demikian dikatakan Norton.

"Jadi hari ini deal bahwa distrik Menou dan Dipa adalah milik Paslon nomor 02 Mesak Magai yang adalah anak negeri, anak asli dari distrik Menou dan Dipa. Sekian dan terima kasih," tutup Norton ketika ditemui awak dan pimpinan media ini di salah satu Caffe yang terletak di Bumiwonorejo, kota Nabire (Red).

Galeri Video:

Tanggapan Hermambo Rumaropen S.Sos:

Tanggapan Agustinus Norton Karubuy, S.IP., M.Si
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget