Halloween Costume ideas 2015

Beri Apresiasi Pada Penulis Buku “Otsus Papua dalam Paradoks”, Sumule Katakan Tidak Banyak Orang Yang Menulis

SUARA.NABIRE - Pembantu Rektor II Universitas Papua, Dr. Ir. Agus Sumule yang juga merupakan anggota Tim Asistensi Penyusunan Rancangan Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua, mengatakan bahwa dalam realitas banyak orang yang pandai bicara, tapi tidak banyak orang yang menulis.

Demikian hal ini dikatakan Sumule dalam pertemuan bersama penulis buku “Otsus Papua dalam Paradoks”, Yus Baminggen, S.Sos., M.Si., yang berlangsung di Jl. Drs. Surojo Tanojo, Karang Mulia, Kota Nabire, pada hari Kamis, (24/12/20), Pukul 09. 22 Wit. 

“Pertama, buku ini luar biasa. Ya, saya selalu memuji anak-anak muda yang menulis. Karena bicara itu semua orang bisa, tapi tulis itu tidak semua orang bisa,” demikian ungkap Sumule

Menurutnya bahwa melalui menulis, orang bisa lebih fokus dan lebih tertata dalam menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya. 

“Tulis supaya tahu. Karena memang di dalam proses kita berpikir, seperti yang ade Yus sudah buat ini, waktu menulis kan banyak pertanyaan langsung terjawab begitu. Meskipun tak dapat dipungkiri pula melalui menulis tidak semua pertanyaan tidak terjawab, tetapi itu jauh lebih baik ketimbang hanya bicara saja,” jelas Sumule 

Dalam realitas ini, lanjut Sumule, banyak orang yang pandai bicara tapi tidak banyak orang yang menulis. Padahal menurutnya, jika seseorang menulis, tentu ia bisa mewariskan pengetahuan kepada generasi yang akan datang.

Adapun pertemuan tersebut turut dihadiri akademisi dari Universitas Papua Manokwari, Jemmy Manan, S.Pi., DESS, DEA., dan akademisi Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire, Abdy Busthan, S.Pd., M,Pd., M.Fil.

Disamping memberikan apresiasinya kepada saudara Yus sebagai penulis buku "Otsus Papua dalam Paradoks", pada kesempatan itu Sumule juga menjelaskan secara singkat tentang substansi dan pengelolaan dana Otsus di Papua.

Terkait persoalan pengelolaan dana Otsus yang dibahas dalam Bagian 2 pada buku "Otsus Papua dalam Paradoks", Sumule mengatakan bahwa dana Otsus juga merupakan paradoks, dimana jumlahnya yang terbilang tidak kecil, namun pada satu sisi dana Otsos juga tidak memiliki ukuran cukup atau tidak, jika tidak memiliki perumusan yang tegas tentang apa masalah di Papua.

"Jadi, dana Otsus yang turun ke Papua ini jumlahnya memang tidak kecil. Pada saat yang sama juga kita tidak punya ukuran untuk mengatakan apakah dia cukup atau tidak. Sampai kita punya satu perumusan yang tegas tentang apa masalah di Papua, baru kita bisa mengatakan ini cukup atau tidak,"demikian ditegaskan Sumule.

Dalam hal ini Sumule ingin menegaskan bahwa pengelolaan dana Otsus harus lebih ditekankan lagi pada persoalan-persoalan konkrit yang terjadi di lapangan, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi Orang Asli Papua alias OAP. (Red).
Label:
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget