Halloween Costume ideas 2015

Sikapi Usulan Orangtua Murid Terkait KBM, Pihak SMA Kristen Anak Panah Nabire Gelar Pertemuan

SUARA.NABIRE - Demi mendengar usulan serta masukan dari orang tua murid pada kelas XII, pihak SMA Kristen Anak Panah Nabire menggelar pertemuan dengan orangtua wali murid pada hari Kamis (23/07/2020) di gedung aula SMA Kristen Anak Panah Nabire.

Adapun pertemuan dan tatap muka tersebut adalah untuk mendengarkan usulan serta masukan dari orang tua tentang proses belajar mengajar yang nantinya akan dilakukan di Tahun Ajaran baru.


Selain mendengarkan usulan serta masukan dari orang tua tentang proses belajar mengajar, pada kesempatan itu dilakukan pula sosialisasi dari pihak sekolah terkait kesiapan proses belajar mengajar memasuki masa 'new normal'. 

"Memasuki new normal, kami pihak sekolah sudah memperketat protokol kesehatan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama yaitu dengan melihat hal ini sebagai sebuah kebijakan pemerintah yang dinamakan relaksasi dengan strategi di berbagai bidang," demikian dikatakan Kepala Sekolah SMA Kristen Anak Panah Nabire, Rerly Jefry Umpel, S.S., M.Pd dengan pangkat golongan IV/A (Pembina)

"Dan khusus di bidang pendidikan, protokolnya harus kuat dan tekniknya harus jelas seperti apa, dimana dari pihak Dinas Kemendikbud memberikan sebuah video sosialisasi bagaimana penerapan KBM di masa covid," ungkap Rerly 

Jadi, lanjut Rerly, dengan video sosialisasi dari Dinas Kemendikbud tersebut kami kemudian mensosialisasikan dan menjelaskan kepada orang tua murid berdasarkan tahapan demi tahapan dari kebijakan yang sudah dikeluarkan Pemerintah.

Rerly juga menjelaskan terkait pembelajaran Daring (Jaringan) masih banyak mengalami kendala seperti soal jaringan yang kurang baik di Nabire, dan belum didukung pula dengan sarana teknologi yang memadai mengingat orangtua murid kebanyakan masih berada pada strata ekonomi menengah ke bawah.  

Kepala Sekolah SMA Kristen Anak Panah Nabire, Rerly Jefry Umpel, S.S., M.Pd

Ditempat yang sama, bapak Iwan Hanebora (39 thn), salah satu orangtua wali siswa mengatakan bahwa dengan pandemi covid 19 ini anak-anak terlihat sudah mulai bosan di rumah dan mulai rindu dengan lingkungan sekolah.

"Saya pikir tentang keputusan bersama untuk mengaktifkan sekolah kembali dengan 1 minggu 3 kali pertemuan itu bagus juga karena saya melihat anak-anak sudah mulai bosan dan jenuh tinggal di rumah, karena mereka sudah mulai rindu dengan lingkungan sekolah. Disamping itu anak - anak agak kesulitan mengakses pembelajaran dari rumah dan mereka juga lebih banyak bermain dan tidak serius belajar," demikian tutur bapak Hanebora yang adalah orangtua wali dari siswa bernama Iin Paulina Hanebora. (Red).
Label:
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget