Halloween Costume ideas 2015

Kontradiksi "New Normal" Yang Direncanakan Pada Bulan Juni di Nabire


Dalam petikan sambutan pada giat pemulangan pasien positif Covid-19 (29/05/2020) di BLUD-RSUD Nabire, Bupati Nabire menyatakan bahwa dengan melihat dan mengikuti informasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Nabire, dia mengapresiasi kerja Gugus Tugas Tim Covid-19 Nabire dengan kondisi sehat yang dialami pasien Covid-19 hari ini. 

Ya, Bupati dengan tegas menyatakan bahwa dalam bulan berjalan, tepatnya "Juni", akan dikeluarkan Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire untuk memasuki "New Normal" melalui rapat evaluasi bersama Forkompinda Kabupaten Nabire.

Tentu hal tersebut dikatakan oleh Bupati Nabire karena melihat perkembangan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dan juga aspirasi yang berkembang dalam masyarakat Kabupaten Nabire.

Dalam sambutan Bupati Nabire non konteks konsep ini, disampaikannya setelah mendengar penjelasan atau sambutan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire, dr. Sayori, M.Kes, serta sambutan oleh Direktur RSUD Nabire dr. Pekey.

Kebijakan 'New Normal' yang dimaksudkan Bupati Nabire antara lain adalah: membuka kembali tempat-tempat Ibadah, Sekolah, Perdagangan dan Transportasi (Udara, Darat dan Laut) dengan menerapkan protokoler yang ketat.

Nah, saya, sebagai perwakilan Masyarakat Anti Covid 19 di Nabire (MACAN) sekaligus sebagai ASN yang selalu memikirkan nasib semua kalangan masyarakat kota Nabire tercinta, tentu sangat-sangat berterimakasih kepada Bupati Nabire yang dengan besar Hati mau mendengarkan keluh-kesah masyarakat Nabire di saat masa Pandemi Covid-19 ini berlangsung.

Namun, mari kita simak sedikit kontradiksi yang bisa ditemui dalam isu ini.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Nabire dalam sambutan atau laporannya, menyatakan bahwa "akan dilakukan Rapid-test secara masif pada bulan Juni dengan target 3.000 orang". Dan selain Rapid-test yang dilakukan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19, dilakukan pula pemeriksaan HIV/AIDS dan Malaria.

Nah, timbul beberapa pertanyaan urgen:
  1. Apakah Gugus Tugas Covid-19 Nabire dibentuk untuk mendeteksi HIV/AIDS dengan Malaria? Atau seperti yang ditegaskan dr. Sayori ketika diwawancarai oleh awak media SUARA.NABIRE, bahwa bahkan Kaskado pun perlu diperiksa?
  2. Apakah pembiayaan Covid-19 diperuntukkan pula untuk pemeriksaan HIV/AIDS dan Malaria, bahkan Kaskado pun?
  3. Apakah pemeriksaan HIV/AIDS dan Malaria, bahkan Kaskado pun termasuk dalam Pedoman Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang menjadi SOP dari Gugus Tugas Covid-19 Nabire? 
Saya sangat meyakini bahwa jawaban dari ketiga pertanyaan di atas akan mengantarkan kita semua pada satu titik kesimpulan bahwa kita semuanya harus membedakan antara protab pandemi covid 19, HIV AIDS dan Malaria, sehingga ketiganya tidak harus digabungkan.

Adapun kontradiksi yang muncul bisa kita lihat dalam poin berikut:
  • Bupati Nabire menyatakan hendak mengakhiri masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Nabire pada bulan Juni 2020 dengan kembali membuka akses mobilitas masa atau menerapkan "New Normal"
  • Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire merencanakan Rapid-test massal sebanyak 3.000 warga Nabire yang diikuti dengan pemeriksaan HIV/AIDS dan Malaria, bahkan Kaskado pun di periksa.
Dengan segala keluruhan nurani, saya: Agustinus Norton Karubuy, S.IP., M.Si, sebagai anggota Masyarakat Anti Covid-19 Nabire (MACAN), ijinkan hamba menghimbau kepada semua kalangan masyarakat kota Nabire tercinta, marilah kita semua melihat, mengamati dan turut berpartisipasi aktif membantu Pemerintah Nabire untuk memutuskan "mata rantai" penyebaran Covid-19 di Nabire.

Akhirulkalam, mari kita kawal penggunaan Dana Covid-19 Nabire, demi memanfaatkan momen Pandemi Covid-19 di Kabupaten Nabire ini untuk bisa mewujudkan: "The Good and The Clean Government". Tuhan Menyertai kita semua hingga Sang Maranatha itu tiba.

(dalam keheningan malam di sudut pantai Sanoba,Nabire)

Hormat saya,
Agustinus Norton Karubuy, S.IP., M.Si
Label:
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget