Halloween Costume ideas 2015

Gonjang-Ganjing Corona di Nabire: Sebuah Catatan "Dari Bawah"

Oleh: Agustinus Norton Karubuy, S.IP., M.Si

Sesungguhnya bukan hal yang baru lagi jika semua kalangan harus bersinggungan dengan fenomena covid-19. Sejak beredar informasi kematian massal di Wuhan-China, Roma-Italia, dan beberapa negara besar di dunia, maka secara simultan, semua media, baik itu berlabel internasional, nasional, bahkan lokal, diguyuri dengan berita seputaran pandemi covid - 19 ini. Dan inilah kenyataan aksiomatis

Singkat cerita, isu ini menjadi topik yang memang selalu hangat di konsumsi oleh semua kalangan. Bahkan selalu saja pembahasan soal covid - 19 menghadirkan sensasi publik yang menggetarkan batas-batas kebijakan mulai dari tingkat atas hingga lokal.

Demikian halnya di kota Nabire. Sebelum Kab./Kota se-Prov. Papua menanggapi pandemi covid 19 ini, Pemkab. Nabire bergerak cepat dengan dilakukan Rapat Forkompinda Nabire yang melahirkan Kebijakan Pemerintah dalam bentuk Instruksi/Edaran Bupati.

Pembatasan gerak orang dalam Kota Nabire khususnya, dan Kabupaten Nabire pada umumnya dilakukan oleh Aparat Pemerintah di Nabire. Gugus Tugas Tim Covid-19 Nabire pun terbentuk. Imbas dari Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nabire mulai nampak perlahan namun pasti.

Dan boleh dikatakan korban pertama untuk Kebijakan ini adalah kapal milik BUMN PT. PELNI "KM TIDAR". Pada suatu kesempatan, Bupati Nabire mengijinkan KM TIDAR untuk merapat dan bersandar di Pelabuhan Samabusa-Nabire, dengan pertimbangan bahwa Nabire adalah pelabuhan terakhir sekaligus pula memberi kesempatan kepada Warga Nabire yang hendak pulang ke kampung halamannya, Nabire tercinta

Namun kenyataannya 180 derajat berbalik, semalam sebelum KM TIDAR berlayar dari Manokwari - Nabire, netizen FB berkoar-koar menolak kedatangan KM TIDAR. Dan hal inipun direspon oleh Pemerintah Nabire dengan mengeluarkan Kebijakan yang melarang KM TIDAR untuk masuk Nabire walaupun Nabire sudah di depan Mata.

Penumpang KM TIDAR merespon hal ini dan mempertanyakan Nahkoda KM TIDAR, mengapa kapal tidak boleh masuk Nabire? Akhirnya penumpang KM TIDAR terkatung-katung di Manokwari dan beberapa dari mereka yang memang warga Nabire mulai berMedSos meminta perhatian dan pertolongan Pemerintah Nabire serta Stakeholder lainnya. 


Bak gaung bersambut...

Atas nama KEMANUSIAAN akhirnya rombongan KM TIDAR pun difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat serta beberapa simpatisan yang ikut mendonasi. Perjalanan via Darat pun ditempuh Manokwari-Wasior-Nabire. 


Ya, sungguh suatu perjuangan "pulang kampung halaman" karena RINDU rumah dan keluarga.

Gelombang mudik KM TIDAR terus mengalir masuk Nabire. Dari pemeriksaan Tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire, data menunjukkan 9 ODP dan 1 PDP.

Ketika rombongan mudik KM TIDAR yang menggunakan perahu tiba di Nabire, Minggu sore 12 April 2020 dipublikasikan, maka respon netizen Nabire pun ramai bermunculan, hingga menjudge bahwa mereka adalah Cluster Gowa yang merupakan kurir Covid-19. 

Melalui protap/SOP pencegahan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire dilakukan pemeriksaan terhadap 16 orang. Data pun berubah drastis dengan loncatan spektakuler dari angka 9 ke angka 20-an lebih.

Perkembangan selanjutnya dilakukan Rapid test yang hasilnya Positif, sehingga sampel di kirim ke Jayapura untuk melakukan SWAB.  Dalam rangkaian giat ini, Pemerintah Nabire juga segera sigap mempersiapkan Dana Pencegahan yang "simpang siur" informasinya, sampai 1 M.

Ketika waktu berjalan dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Nabire, kembali Pemerintah Nabire tidak tanggung-tanggung memproyeksikan 56 M seperti yang dilansir oleh PapuaPos Nabire.

Setelah 56 M dipublikasikan, 4 ODP hasil Rapid test yang dikirim hasilnya adalah 3 ODP Positif Covid-19.

Miris melihat semua fenomena ini
  • Dana 56 M untuk giat penanggulangan 8 bulan ke depan hingga akhir tahun.
  • Pengobatan 3 pasien Covid-19 yang dirawat dengan fasilitas APD yang tidak memenuhi standar.
  • Bercampur pasien Covid-19 dengan pasien sakit lainnya dalam 1 rumah sakit yang sama. 

Cuma bisa merenung saja ....

Tapi, satu yang PASTI saudara dan sahabat terkasih warga Nabire tercinta, bahwa ketiga pasien positif Covid-19 di Nabire ini cuma butuh istirahat di BLU - RSUD Nabire sampai dengan batas waktu yang ditentukan maka mereka akan SEHAT dan bisa dipersilahkan PULANG.

Itulah PRESTASI Tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire.

Bukan apa-apa, namun saya pribadi menyampaikan APRESIASI kepada teman-teman Perawat dan Tim Gugus Tugas Covid-19 serta semua yang terlibat langsung, maupun tidak langsung, dalam Global Issue Pandemi Coronavirus /Covid-19 di kota Nabire.

Selamat pula untuk ke-3 pasien positif Covid-19 Nabire, karena Anda PASTI sembuh dan pulang ke rumah bertemu keluarga tercinta.

TUHAN YANG MAHA ESA Melindungi & Memberkati semua kita Warga Nabire yang ada di Tanah Saireri, AMIN




Label:
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget