Halloween Costume ideas 2015

Universitas John Hopkins Merilis: Sudah 126.000 Orang di Dunia Terjangkit COVID-19

SUARA.NABIRE - Sindrom pernafasan akut berat 2, disebut juga SARS-CoV-2, adalah virus penyebab infeksi pernafasan Corona Virus Disease 2019 atau disingkat COVID-19. 

SARS-CoV-2 merupakan salah satu virus anggota keluarga Corona yang pertama kali merebak di Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok. Sebelumnya, wabah Corona virus Wuhan dilabeli 2019-nCoV atau Novel Corona Virus (Virus Novel Corona). 

Namun di tengah perjalanan, World Health Organization (WHO), atau organisasi kesehatan dunia dibawah kendali Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merilis perubahan yang lebih detil.

Bukan lagi 2019-nCoV, melainkan SARS-CoV-2 (bagian dari spesies SARS-CoV), dengan penyakit yang ditimbulkan bernama COVID-19.

Pusat Sains dan Teknik Sistem Universitas John Hopkins merilis data, bahwa COVID-19 telah menjangkiti 126.000 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 4.600 meninggal dunia, namun sebanyak 67.000 orang positif Coronavirus berhasil sembuh. Demikian dilansir The Guardian, Sabtu (14/3/2020).

Selama gelombang pertama infeksi di Wuhan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China menganalisis data dari 44.672 orang yang diduga positif virus. Penelitian ini menunjukkan bahwa 80,9% pasien mengalami gejala ringan, 13,8% memerlukan rawat inap dan mengalami gejala parah, dan 4,7% adalah kasus kritis yang membutuhkan perawatan intensif.

Meskipun Covid-19 telah menyebar ke 116 negara, sebagian besar kasus telah dikonfirmasi di Wuhan, ibukota provinsi Hubei di Cina, dimana pandemi tersebut berasal. Setelah sempat mencapai tingkat jumlah kasus dan korban meninggal dunia paling tragis di awal pandemi, kondisi Wuhan dan keseluruhan Tiongkok saat ini berangsur normal.

Harapan berakhirnya wabah tersebut sudah mulai merebak di depan mata, walau terus butuh perjuangan keras.

Dengan berangsur pulihnya keadaan di sana, Chinese Center for Disease Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Tiongkok juga merilis rekam penelitian berdasarkan pengalaman penanggulangan Coronavirus.

Ditemukan bahwa pasien positif Corona dengan penyakit bawaan yang berkaitan dengan gangguan pada fungsi jantung, adalah paling beresiko. Salah satu penyakit bawaan tersebut adalah kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD), yang merupakan penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, contohnya gangguan jantung iskemik, stroke, dan PAD yang melibatkan atherosclerosis.

Bagi pasien positif Coronavirus dengan penyakit bawaan kardiovaskular dikatakan beresiko besar sebab memiliki fatality rate kematian paling tinggi.

Berikut data yang dirilis secara resmi pada 11 Februari:

  1. Positif Corona dengan penyakit bawaan hipertensi, 2.683 kasus dengan 161 kematian (fatality rate 6,0%).
  2. Positif Corona dengan penyakit bawaan diabetes, 1.102 kasus dengan 80 kematian (fatality rate 7,3%).
  3. Positif Corona dengan penyakit bawaan kardiovaskular, 873 kasus dengan 92 kematian (fatality rate 10,5%).
  4. Positif Corona dengan penyakit bawaan paru-paru, asma, dan alergi, 511 kasus dengan 32 kematian (fatality rate 6,3%).
  5. Positif Corona dengan penyakit bawaan kanker, 107 kasus dengan enam kematian.
Berdasarkan data ini, pasien penderita hipertensi menduduki urutan pertama kematian di angka 161 orang, namun dari 2.683 kasus. Sehingga tidak memiliki rata-rata tingkat kematian tinggi, atau hanya 6,0%.

Sedangkan penderita kardiovaskular yang hanya 92 kematian, tapi dari 873 kasus. Dengan demikian didapati memiliki tingkat rata-rata kematian yang jauh lebih tinggi hingga 10,5%.

Data selanjutnya adalah dari tingkat usia, paling banyak jumlah kasusnya adalah penderita positif Corona antara 50-59 tahun, dengan 10.008 kasus, dengan tingkat kematian rendah atau hanya 1,3% (sekitar 130 kematian).

Sementara pemegang rekor tertinggi adalah pasien positif Corona usia antara 70-79 tahun, dengan 312 kematian, walaupun hanya 3.918 kasus (tingkat kematian 8,0%).

Berikut data yang dirilis secara resmi pada 11 Februari:

  1. Positif Corona bagi manusia 0-9 tahun, 416 kasus tanpa kematian (fatality rate 0%).
  2. Positif Corona bagi manusia 10-19 tahun, 549 kasus dengan satu kematian (fatality rate 0,2%).
  3. Positif Corona bagi manusia 20-29 tahun, 3.619 dengan tujuh kematian (fatality rate 0,2%).
  4. Positif Corona bagi manusia 30-39 tahun, 7.600 kasus dengan 18 kematian (fatality rate 0,2%).
  5. Positif Corona bagi manusia 40-49 tahun, 8.571 kasus dengan 38 kematian (fatality rate 0,4%).
  6. Positif Corona bagi manusia 50-59 tahun, 10.008 kasus dengan 130 kematian (fatality rate 1,3%).
  7. Positif Corona bagi manusia 60-69 tahun, 8.583 kasus dengan 309 kematian (fatality rate 3,6%).
  8. Positif Corona bagi manusia 70-79 tahun, 3.918 kasus dengan 312 kematian (fatality rate 8.0%).
  9. Positif Corona bagi manusia 80 tahun keatas, 1.408 kasus dengan 208 kematian (fatality rate 14,8%).
Dari dua data di atas, ada fakta yang mengemuka dan berkorelasi antara usia dengan penyakit bawaan. Bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas (maksudnya ke atas adalah tak terbatas), dengan penyakit bawaan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), paru-paru, asma, alergi, dan kanker, akan lebih besar kemungkinan meninggal dunia jika positif Corona.

"Orang yang berusia di atas 50 tahun mengalami tingkat kematian tertinggi," demikian kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Tiongkok, berdasarkan hasil penelitian yang didasari pengalaman penanggulangan virus Corona selama periode Desember 2019 hingga Maret 2020.

Sumber: Cath Levett and Paul Torpey/TheGuardian

Grafik: Chinese Center for Disease Control and Prevention/TheGuardian
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget