Halloween Costume ideas 2015
Postingan Terkini

Mulia, SUARA.NABIRE l Rumah Sakit Immanuel Mulia kini siap beroperasi kembali setelah empat tahun lamanya mengalami kevakuman. Hal ini disampaikan Arinius Weya, S.KM., M.Kes., selaku Direktur Rumah Sakit Immanuel dalam keteranganya kepada awak media ini, pada Rabu (24/02/21).

"Menjadi sebuah harapan yang besar bagi masyarakat Puncak Jaya dengan diaktifkan kembali RS Immanuel. Saya juga menyampaikan terimakasih kepada pimpinan Gereja yakni GIDI Wilayah Yamo, yang telah memberikan kepercayaan serta tanggungjawab dalam menjalankan kembali Rumah Sakit ini, " ucap Arinius


Adapun Rumah Sakit Imanuel memiliki sejarah yang cukup panjang, dimana pada tahun 90-an, pelayanan RS ini dikategorikan yang terbaik di seluruh daerah pegunungan tengah Papua dan memiliki pasien rujukan dari luar kota Mulia. Namun dalam masa transisi kepemimpinan Gereja dan tidak konsisten menjalankan RS Immanuel ini, sehingga pada akhirnya ditutup.

Selama dalam masa kevakuman tersebut memang terjadi kerusakan yang cukup berat pada bangunan serta alat - alatnya sehingga membutuhkan waktu, daya dan dana yang besar agar dapat diperbaiki kembali.

"Sudah 4 tahun lebih tidak beroperasi dan kita lihat juga kerusakan nya sangat berat, sehingga tidak dapat dibuka semua, pelayanan dipoliklinik saja sambil melakukan pembenahan kerusakannya secara bertahap," beber Arinius

Ditambahkan Arinius bahwa saat ini persiapan untuk mengoperasikan RS Imanuel ini sudah mencapai 80%. "Kami sudah menyiapkan beberapa ruangan untuk pelayanan terhadap pasien serta administrasi yang akan dibutuhkan," terangnya.

"Obat - obatan juga sudah kami drop. Minggu depan kita sudah siap dan melakukan pelayanan di poli klinik," tambah Arinius

Sementara untuk Tenaga Medis, pihak RS memanggil para mantri tua untuk pelayanan. "Dari sisi umur sebenarnya para mantri tua sudah masa pensiunan, namun mengingat kurangnya bahkan tidak adanya tenaga, sehingga mereka bahkan rela dan kembali pelayanan," ungkap Arinius.

Arinius mengatakan bahwa pihaknya sudah menghubungi tenaga medis yakni para mantri lama yang dulunya pernah mendapatkan pendidikan dari para Misionaris untuk pelayanan kembali.

"Kami juga memiliki satu tenaga dokter yang sudah siap pelayanan membantu orang tua sehingga mereka akan melayani pasien di Rumah Sakit Immanuel ini," jelas Arinius.

Disamping itu, Arinius juga mengatakan bahwa pihaknya juga membutuhkan tenaga - tenaga muda untuk membantu pelayanan di RS Imanuel tersebut. "Kami terbuka bagi generasi muda yang terpanggil disini. Harapan besar kami kepada Pemerintah Daerah untuk membantu dalam hal tenaga medis ataupun tenaga administrasi di RS Immanuel," tutup Arinius.

Pada tempat terpisah, Kepala Yayasan Rumah Sakit Immanuel, Jackson Elabi,MA., juga membenarkan hal tersebut dan memiliki kerinduan yang sangat besar agar Rumah Sakit Imanuel dapat melayani kembali.

"Rumah Sakit ini didirikan oleh Gereja dan kami berharap RS ini tetap ada dan terus melayani dan melalui RS ini juga banyak pasien bisa berobat seperti dulu lagi," harapnya

Jackson juga berharap dengan kerusakan Rumah Sakit yang sangat berat dan membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga dirinya meminta dukungan doa serta dukungan dana untuk pembenahan Rumah Sakit demi kelancaran pelayanan itu sendiri. (Red-Humas Puja)

SUARA.NABIRE l Demi mencegah penyebaran Covid-19 yang bisa menimbulkan klaster baru di Kabupaten Nabire, pihak Pelabuhan laut Nabire yang dipimpin langsung Kepala Pelabuhan Laut (KPLP) Nabire, Jimmy Samori, menggelar sidak di Kapal Motor Penumpang (KMP) Masirei, pada Rabu (24/02/21).

Ditemui awak media ini usai sidak, Jimmy mengatakan bahwa sidak tersebut dilakukan untuk mengecek apakah semua penumpang yang menggunakan jasa KMP Masirei sudah memenuhi syarat dan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) penanganan Covid-19 atau belum.

"Sidak ini untuk mengecek syarat kesehatan sekaligus melihat secara langsung aktivitas keberangkatan KMP Masirei dari Nabire tujuan Waropen yang selanjutnya ke Serui dan Biak," ungkap Jimmy.

Jimmy menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya menerima laporan dari Syahbandar Pelabuhan Waropen tentang banyaknya penumpang yang tidak memiliki surat Rapid tes atau semacam surat Keterangan Kesehatan dari wilayah kedatangan maupun wilayah keberangkatan. 

"Hal seperti ini sangat memprihatinkan dan juga menghawartikan bagi kita semua," tuturnya.


Jimmy Samori (KPLP Nabire)

Karenanya Jimmy mengharapkan kesadaran masyarakat agar bisa memeriksa kesehatan dan juga mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19 yang sudah diterapkan di pelabuhan, serta mengikuti anjuran yang disarankan oleh pemerintah

"Harapan kami masyarakat juga membantu kami agar kita bisa cegah penyebaran Covid-19 ini bersama-sama," ujar Jimmy

Dirinya juga berharap kepada pihak Kesehatan, dalam hal ini pihak karantina kesehatan pelabuhan Nabire, agar lebih memperketat Prokes yang diberlakukan. "Menjaga kesehatan itu sangatlah penting, oleh sebab itu mari kita semua bertanggungjawab untuk bisa melihat hal ini secara serius," pesan Jimmy.

Hal senada juga diungkapkan Asep Herdiana selaku Nakhoda KMP Maisirei kepada awak media ini. "Pada dasarnya kami telah melakukan semua prosedur penanganan Covid-19 diatas kapal, namun masih banyak penumpang yang belum memiliki kesadaran mematuhi Prokes yang sudah diberlakukan," bebernya.

Karenanya Asep menyambut baik sidak yang sudah dilakukan pihak Pelabuhan Laut Nabire, dan mengharapkan adanya kerja sama dan kordinasi yang baik seperti saat ini. "Kami hanya sebagai penyedia jasa angkutan laut saja, sehingga tidak bisa berbuat banyak," tuturnya.


Asep Herdiana (Nakhoda KMP Maisirei)

Asep juga berharap agar tidak terjadi gesekan dan hal-hal yang tidak diinginkan bersama antara para penumpang dan anak buah kapal, hendaknya penerapan Prokes Covid-19 dilakukan dengan saling menghargai dan tidak dengan kekerasan. (Red)

SUARA.NABIRE Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Nabire Barat dan Kasat Intelkam Polres Nabire, dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire, AKBP Kariawan Barus, S.H., S.I.K., M.H., di Mako Polres Nabire, pada Rabu (24/02/21), Pukul 09.00 WIT.

Turut hadir dalam upacara Sertijab tersebut, para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, dan Perwira Polres Nabire, bersama 1 Pleton Gabungan Staf Polres Nabire, 1 Pleton Sat Samapta Polres Nabire, serta 1 Pleton Gabungan Intel, Reskrim dan Resnarkoba

Serah terima jabatan ini digelar dengan mengacu pada Surat Telegram Kapolda Papua Nomor: ST/98/II/KEP./ 2021 tanggal 16 Februari 2021 tentang Pemberhentian dari Pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polda Papua.

Adapun empat pejabat yang melaksanakan Sertijab tersebut adalah sebagai berikut:
  • AKP Matheus Tanggu Ate, S.H., menjadi Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Mimika (Jabatan sebelumnya Kapolsek Nabire Barat)
  • Iptu Petrus Paranoan, diangkat sebagai Kapolsek Nabire Barat (Jabatan sebelumnya Kapolsubsektor Kawasan Bandara)
  • AKP Yadang, menjadi Waka Polsek Nabire Kota (Jabatan sebelumnya adalah Kasat Intelkam)
  • AKP I Made Sudarma, S.H., menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Nabire (Jabatan sebelumnya Waka Polsek Nabire Kota)
Mengawali amanatnya, Kapolres Nabire, Kariawan, menegaskan bahwa Mutasi di kalangan Kepolisian, disamping sebagai kebutuhan organisasi, juga merupakan pembinaan karir bagi yang bersangkutan. 

"Untuk itu bagi pejabat lama, saya atas nama pribadi dan pimpinan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas Dedikasi dan Loyalitas dalam pelaksanaan tugas selama ini," ujar Kariawan.

Kepada pejabat baru, Kariawan mengucapkan selamat dan berharap agar sesegera mungkin untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan tugas pokoknya.

"Polres Nabire sebagai Polres yang membawahi dua Kabupaten, sehingga kita dituntut untuk lebih siap dalam segala perubahan situasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban dari oknum-oknum ataupun kelompok yang ingin membuat wilayah kita menjadi tidak aman," terangnya

Dikatakan Kariawan bahwa jabatan yang di emban saat ini adalah titipan dari Tuhan, yang setiap saat bisa di cabut untuk kepentingan organisasi.

"Jadi, saya harapkan dalam pelaksanaan tugas bagi pejabat baru agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk memajukan organisasi Polri," demikian tutup Kapolres Nabire, AKBP Kariawan Barus, S.H., S.I.K., M.H, mengakhiri amanatnya. (Red-Humas Polres Nabire)

GALERI FOTO:


















SUARA.NABIRE l Jika saat ini Anda berkunjung ke Ibukota Papua, yakni kota Jayapura, tentu kurang lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Jembatan Youtefa yang pernah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 Oktober 2019

Memang bukan isapan jempol semata bahwa jembatan Youtefa telah tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan 2 rekor sekaligus, yaitu: rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan jarak terjauh, dan rekor lainnya adalah pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang.

Jembatan Youtefa, yang juga sering disebutkan sebagai "Jembatan Holtekamp", memiliki panjang kurang lebih 1.800 meter dan lebar 17 meter, dan terletak di Teluk Youtefa, Provinsi Papua, yang menghubungkan Holtekamp dengan Hamadi.

Jembatan dengan tipe pelengkung baja ini memang sudah menjadi salah satu ikon baru kota Jayapura. Dengan desain warnanya yang merah, jembatan ini terlihat megah diatas Teluk Youtefa. Tak heran jika jembatan ini dirancang bisa berdiri kokoh hingga 100 tahun ke depan.

Pembangunan Jembatan Youtefa merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura.

Saat ini jembatan Youtefa menjadi salah satu destinasi wisata baru di Papua. Selain unik, kawasan jembatan ini terletak diantara destinasi laut yang merupakan ciri khas keindahan alam Papua. Di kaki jembatan di tata taman dan ruang terbuka yang hijau, dan dibawahnya bisa dikembangkan olahraga air seperti ski dan dayung.

Ya, jembatan ini akan menjadi sarana pendukung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2021 yang akan diselenggarakan di Papua. Jembatan ini tentu akan memudahkan para peserta karena dapat memperpendek waktu tempuh menuju venue beberapa cabang olahraga di Kawasan Koya, Muara Tami. (Red)

GALERI









Liputan: Pimpinan Redaksi SUARA.NABIRE

SUARA.NABIRE l Karena di duga menjual senjata dan amunisi ke Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua, dua oknum Polisi asal Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease diamankan.

Adapun penahanan dua oknum Polisi tersebut berawal dari pengembangan kasus seorang warga Bentuni yang tertangkap karena kedapatan membawa senjata api dan amunisi, pada Rabu (10/2/2021).

Berdasarkan pengembangan hasil pemeriksaan, warga yang ditangkap itu mengaku mendapatkan senjata dan amunisi dari oknum polisi yang bertugas di Polresta Pulau Ambon.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, ketika dihubungi pada Minggu (21/2/2021), membenarkan hal tersebut dan membeberkan bahwa kedua oknum Polisi tersebut tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Maluku.

"Iya benar mereka ditangkap terkait pengembangan kasus penjualan senjata api ke KKB di Bentuni," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, seperti dilansir dari sumber KOMPAS.com, edisi 21/02/2021, Pukul 13:22 WIB.

Pada kesempatan tersebut Roem tidak menjelaskan secara detail identitas dan peran dari kedua oknum Polisi tersebut, serta hubungan keduanya dengan KKSB di Papua. Disamping itu ia juga belum menyebutkan jenis senjata api dan amunisi yang di jual.

"Saat ini masih terus pengembangan. Memang saat ini sudah ditahan, tapi masih pengembangan. Nanti kita akan rilis secara lengkap," ujarnya.

Roem juga menambahkan bahwa saat itu Kapolda Maluku, Irjen Refdi Andri, langsung memerintahkan Kapolresta Pulau Ambon untuk berkoordinasi dengan Polres Bentuni dan Polda Papua Barat. "Setelah itu, penyelidikan dilakukan dan langsung dilakukan penangkapan. Nanti kita akan ekspos ke teman-teman media," tutup Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat. (Red - Humas Polres Nabire)

SUARA.NABIRE l Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda S.Sos, S.IP, MM, menyerahkan Dana Bantuan Transportasi sebesar 100 Juta Rupiah kepada Mahasiswa asal Puncak Jaya yang akan kembali ke kota studi masing - masing, pada Senin (22/02/21).

Pemberian Dana Bantuan Transportasi tersebut berlangsung di Ruangan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda, Kantor Bupati Puncak Jaya di kota Mulia.

Adapun penyerahan dana bantuan sebesar 100 Juta Rupiah tersebut diterima langsung oleh Ketua KMPPJ Jayapura, Tamison Kogoya, yang disaksikan oleh Plh. Sekda selaku Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda, Yahya Wonerenggo, S.IP., setelah sebelumnya mendapatkan pengarahan dari Bupati Puncak Jaya di ruang kerjanya.

Yuni Wonda dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa saat ini masih dalam pandemi Covid-19, agar mahasiswa tetap fokus belajar sampai selesai atau wisuda tepat waktu, maka dirinya berharap agar para mahasiswa tetap mendukung pemerintah daerah dalam membangun Puncak Jaya.

Ketua KMMPJ Jayapura, Tamison Kogoya, usai menerima bantuan tersebut mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah khususnya Bupati Puncak Jaya yang telah memberikan bantuan transportasi untuk mahasiswa agar kembali ke kota studi masing-masing

"Kami berterima kasih kepada Bupati Puncak Jaya yang telah mambantu kami untuk kembali ke kota studi masing-masing untuk melaksanakan aktivitas perkuliahan seperti biasa" ungkapnya.

Tamison melanjutkan bahwa Dana Bantuan Transportasi yang diterimanya akan dipergunakan sebaik mungkin karena dana tersebut adalah untuk memfasilitasi mahasiswa/mahasiswi sehingga tidak terlambat kembali ke kota studi asal masing - masing.

Sementara Plh Sekretaris Daerah Puncak Jaya, Yahya Wonorenggo, S.IP., mengatakan bahwa dana bantuan yang telah diberikan dapat dipergunakan sebaik dan efisien mungkin.

Plh. Sekda juga berharap bahwa dengan adanya bantuan transportasi itu, dapat meningkatkan semangat mahasiswa/mahasiswi asal Puncak Jaya agar melanjutkan perkuliahan

"Dengan adanya bantuan ini, dapat membuat mahasiswa asal Puncak Jaya menjadi tetap semangat dalam mengejar cita-cita dan semangat kembali untuk melaksanakan perkuliahan seperti biasa," demikian pesan Yahya Wonorenggo, S.IP (Red - Humas PJ)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget