Halloween Costume ideas 2015
Postingan Terkini

Tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan terhadap kemajuan yang telah dicapai hingga saat ini. Ijinkan saya menaikkan tulisan ini sebagai bahan refleksi bersama. 

Hari ini, Senin, tanggal 26 Oktober 2020, Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua berusia 64 tahun, dan usia pekabaran injil Kristus genap berusia 165 tahun sejak 5 Februari 1855. Usia 165 tahun ini merupakan masa hidup dari seorang manusia zaman Perjanjian Lama.Tentu saja, ini bukan usia yang muda lagi bagi proses penginjilan dan pembangunan kerajaan Allah di bumi. Usia dimana kita berharap akan melihat banyak kemajuan dari berbagai aspek dan perspektif pembangunan gerejani di Tanah Papua. 

Saat ini, kita ingin melihat sejauh mana perkembangan terkini dari rencana induk (master plan) pembangunan Gereja Kristen Injili (GKI) dan asosiasinya dengan gereja denominasi lainnya secara oikumene dan perkembangannya, secara khusus di level klassis. 

Ya, kita ingin melihat sajian data hasil pembangunan dari perspektif kepemimpinan (leadership) dan manajerial (management) maupun kelembagaan (institusional). Semua ini sangat dibutuhkan untuk mengukur kinerja organisasi GKI di Tanah Papua. 

Pertanyaan penting kita adalah apakah GKI telah menyusun rencana induk (master plan) atau rencana jangka panjang, rencana jangka menengah, dan rencana operasional? Jika hal ini saja belum dikerjakan dengan baik dan benar, lantas bagaimana mungkin kita dapat mengukur kinerja organisasi?

Jika GKI telah memiliki perencanaan yang baik, maka pertanyaan berikut sudah sejauhmana perencanaan tersebut diterapkan dalam bentuk program dan kegiatan? Sudah efektifkah perencanaan tersebut dalam pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh GKI? Apa yang sudah kita capai dari kondisi yang diharapkan dahulu dan apa saja kesenjangan yang belum diselesaikan? Dan mengapa belum diselesaikan, dan seterusnya, serta dan lain-lain.

Perlu dipahami bahwa kita tidak dapat menyelesaikan suatu masalah atau kesenjangan tanpa perencanaan yang baik dan Kita tidak dapat membangun perencanaan yang baik tanpa diagnosa area perubahan yang baik dan benar (diagnosa reading). Apakah Kondisi GKI hari ini cukup memuaskan kita dari perspektif kepemimpinan, manajemen dan kelembagaan? 

Menurut saya, masih banyak kesenjangan yang tetap "mengangah". Apakah hari ini kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: berapa jumlah gereja saat ini? Berapa jumlah gereja yang rusak atau bangunannya sangat sederhana? Jumlah kekurangan pendeta? Upaya-upaya pemberdayaan ekonomi jemaat dan seterusnya? Jika hal-hal ini tidak dapat dijawab dengan cepat dan benar, maka dapat dipastikan sistem data based kita belum baik. 

Belum lagi kita bicara tentang anak perusahaan yang bernama YPK dan pengembangan sumberdaya manusia. YPK kekurangan tenaga pengajar, dan banyak sekolah YPK tidak beroperasi selama berbulan-bulan lamanya.

Bolehkah kita mengatakan ini sungguh mengagumkan karena Yayasan ini terus memproduksi SDM multitalent (jadi guru kelas bisa, guru jemaat bisa), ataukah kondisi saat ini adalah suatu ironi? 

Tentu saja kita perlu melakukan evaluasi. Saya usulkan agar Sinode GKI lebih proaktif memikirkan kerangka pembangunan yang lebih efektif dengan lebih banyak lagi melibatkan intelektual GKI setanah Papua... KERAJAAN ALLAH DI BUMI HARUS DIBANGUN DALAM KEBENARAN. 

Demikian renungan singkat di hari yang sangat penting ini. SELAMAT ULANG TAHUN GKI KE 64 tahun! 

Tuhan Yesus Berkati

Penulis:
Ir. Ben G Saroy, M.Si 
(Penulis adalah intelektual Kristen)

Rumusan hierarki kebutuhan Maslow direpresentasikan sebagai bentuk sebuah piramida dengan kebutuhan yang lebih mendasar di bagian bawah. Sejak publikasi pertama teorinya di tahun 1943, Maslow menggambarkan kebutuhan dari manusia relatif sebagai cairan, yang banyak mengandung kebutuhan dalam diri seseorang yang hadir secara bersama.

Menurut teori Maslow, ketika manusia naik tingkat demi tingkat, hingga tingkat paling teratas dari tingkatan hierarki, maka dia pun telah memenuhi kebutuhan dalam hierarki. Seseorang mungkin akhirnya akan mencapai aktualisasi diri. Dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar Piramida Hierarki Kebutuhan Maslow

Dari gambar di atas, bisa dijelaskan bahwa seseorang dapat belajar dengan penuh semangat dan berdedikasi tinggi, jika ia berperilaku B. Hal ini tercapai jika seseorang tersebut berhasil memenuhi kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa kasih sayang, merasa dihargai, dan aktualisasi diri, dari seluruh proses pembelajaran. Di sisi lainnya, seorang yang berperilaku B tidak lagi menuntut pemenuhan kebutuhan fisiologis atau rasa aman.

Sebaliknya, makin ke bawah adalah perilaku S, yaitu seseorang yang juga memiliki karakter yang kebalikan dari perilaku B. Dimana seseorang yang berperilaku S akan sulit belajar dengan penuh semangat, tidak berdedikasi tinggi. Tentu perilaku S terjadi jika orang tersebut tidak berhasil memenuhi kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa kasih sayang, merasa dihargai, dan aktualisasi diri dari seluruh proses pembelajaran. Dalam sisi lainnya juga, seseorang yang berperilaku S akan selalu menuntut pemenuhan kebutuhan fisiologis atau rasa aman dan lain sebagainya.
Diakhir hidupnya Maslow menyimpulkan bahwa aktualisasi diri bukanlah hasil otomatis yang tiba-tiba saja datang lalu memuaskan kebutuhan seseorang dengan manusia lainnya, tetapi hal ini lebih merupakan sebuah proses positif yang dilakukan terus-menerus dalam hati dan perasaan yang sehat, dan didukung dengan pemikiran yang sehat pula.

Busthan Abdy (2017:371-375) menjelaskan bahwa kebutuhan manusia yang diidentifikasi Maslow adalah sebagai berikut:

Fisiologis. Bagian paling dasar atau posisi bawah hierarki, adalah kebutuhan dasar atau kebutuhan manusia, yang disebutkan dengan kebutuhan “fisiologis” yang adalah kebutuhan biologis, yang terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, seks, tidur dan suhu tubuh relatif konstan. Bagian ini adalah "kebutuhan kuat", yaitu sebagai landasan bagi semua kebutuhan hidup manusia. Jika seseorang tidak mencapai semua kebutuhan ini, maka fisiologis seseorang akan terganggu dan selalu menuntut akan kepuasan.

Keamanan. Tingkatan berikutnya adalah kebutuhan keamanan, seperti keamanan ketertiban dan stabilitas. Kedua langkah ini penting bagi kelangsungan hidup fisik seseorang. Setelah individu memiliki gizi dasar, juga tempat tinggal dan keamanan, maka mereka akan berusaha untuk mencapai lebih banyak lagi dalam kehidupan. Kebutuhan keamanan timbul ketika semua kebutuhan fisiologis merasa puas dan tidak lagi mengendalikan pikiran dan perilaku lagi, maka kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan kebutuhan mereka, kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Sementara anak-anak sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman.

Rasa Cinta/ Kasih dan Sayang. Tingkat ketiga adalah kebutuhan rasa "cinta”, yang adalah kebutuhan psikologis, ketika individu telah mengalami proses perawatan diri secara fisik, maka mereka siap untuk berbagi diri dengan orang lain, seperti dengan keluarga dan teman-teman. Kebutuhan rasa cinta, sayang dan kepemilikan ini, juga merupakan kebutuhan untuk kepentingan keselamatan dan kesejahteraan seseorang akan kepuasan fisiologisnya, yaitu ketika kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan itu muncul. Maslow juga menyatakan bahwa orang akan mencari kebutuhan ini untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan, sehingga melibatkannya dalam hubungan dengan orang lain, misalnya hubungan dua orang yang menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki.

Esteem/ Penghargaan. Tingkatan kebutuhan ke-empat, dicapai ketika individu merasa nyaman dengan apa yang telah mereka capai. Ini adalah esteem yaitu tingkat kebutuhan untuk menjadi orang yang kompeten dan diakui, seperti melalui status sosial dan tingkat keberhasilan. Bagian ini terbagi dua bagian, yaitu (1) Tingkatan "cognitive" dimana intelektual individu dituntun untuk merangsang diri sendiri, lalu bisa mengeksplorasikan-nya; (2) Tingkatan "aesthetic" adalah merupakan bentuk kebutuhan dalam keharmonisan, ketertiban dan keindahan jiwa. Jadi, kebutuhan esteem terjadi ketika ketiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, sehingga kebutuhan untuk harga diri ini bisa menjadi dominan. Hal ini juga bisa melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapatkan penghargaan dari orang lain. Sebab pada dasarnya, manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan tingkat kestabilan diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai manusia yang hidup di dunia, sehingga jauh dari frustrasi, merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga.

Aktualisasi Diri. Pada bagian atas piramida adalah pencapaian kebutuhan tertinggi atau “puncak kebutuhan”, yaitu “aktualisasi diri", yang terjadi ketika individu mencapai kondisi yang harmoni dan pengertian, karena mereka terlibat dalam mencapai suatu potensi penuh dalam dirinya. Setelah seseorang telah mencapai keadaan aktualisasi diri, mereka akan fokus pada diri mereka sendiri dan mencoba untuk membangun citra mereka sendiri. Mereka mungkin dapat melihat konsep ini dalam konteks “perasaan”, seperti rasa percaya diri atau mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Kebutuhan aktualisasi diri, akan muncul ketika semua kebutuhan terpenuhi, maka kebutuhan untuk aktualisasi diri ini mulai diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai sesuatu yang dapat dimiliki dan dilakukan semua insan kehidupan (manusia), ketika orang itu “terlahir untuk melakukannya". Seperti, seorang musisi harus bermusik, seniman yang harus melukis, dan penyair harus menulis dan bersyair. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka akan membuat seseorang merasa dalam tanda-tanda kegelisahan, seperti gelisah, tersisih, tegang, kurang sesuatu. Dalam artian bahwa, jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, biasanya sangat mudah untuk mengetahui apa yang digelisahkan seseorang. Tetapi, dalam aktualisasi diri, tidak selalu jelas apa yang seseorang inginkan untuk diketahui orang lain, karena menyangkut hal terdalam, dalam diri masing-masing individu yang berbeda. Singkatnya, tahapan inilah yang merupakan tahapan yang proporsional dan seimbang dalam kehidupan seseorang, karena ketika berada pada tahap ini, orang akan berhikmat dan menjadi bijaksana dalam menentukan pilihan-pilihan mendalam yang terdapat dalam hidup dan kehidupannya.

Empat tingkatan pertama di atas, juga dikenal dengan sebutan kebutuhan “defisit” atau diringkas “D-kebutuhan”. Tentu saja, hal ini berarti, bahwa jika seorang tidak memiliki cukup salah satu dari empat kebutuhan ini, maka ia akan memiliki sesuatu yang kurang, dan selalu timbul kemauan untuk mendapatkannya. Tetapi sebaliknya, jika seseorang kemudian memiliki dan mendapatkannya, maka seseorang yang mendapatkannya tersebut, akan merasa sangat konsen, dan untuk kebutuhan ini sendiri tidak memotivasi. Maslow menulis bahwa ada kondisi tertentu yang harus dipenuhi agar kebutuhan dasar terpenuhi. Misalnya, dalam hal kebebasan berbicara, kebebasan untuk mengekspresikan diri, dan kebebasan untuk mencari informasi baru adalah beberapa prasyarat. Penyumbatan dari kebebasan tersebut bisa berdampak mencegah kepuasan dari kebutuhan dasar.

Pengalaman puncak
Pada daerah yang berada di luar rutinitas pemenuhan kebutuhan, Maslow membayangkan saat-saat pengalaman yang luar biasa, yang dikenal sebagai “pengalaman puncak”. Ini merupakan kondisi dimana seseorang mengalami saat-saat yang mendalam dari cinta, pemahaman, kebahagiaan atau pengangkatan; bahkan seseorang merasa lebih utuh, lebih hidup, mandiri dan lain sebagainya; sehingga lebih menyadari kebenaran, keadilan, harmoni, kebaikan, dan sebagainya.

Demikianlah aktualisasi diri orang yang memiliki banyak pengalaman puncak tersebut. Dengan kata lainnya, "pengalaman puncak" ini atau “negara aliran”, adalah refleksi dari semua realisasi potensi seseorang manusia, yang bisa mewakili ketinggian pengembangan dari kepribadiannya.

Maslow menggunakan istilah “metamotivation” untuk menggambarkan seseorang dalam mencapai “aktualisasi diri” yang didorong oleh kekuatan bawaan di luar kebutuhan dasar mereka, sehingga mereka pun dapat mengeksplorasi dan mencapai penuh semua potensi manusia mereka.

Dalam mempelajari perhitungan pengalaman puncak, Maslow mengidentifikasi cara pemikiran yang ia sebutkan dengan: "Being-cognition” (menjadi-kognisi) atau dikenal dengan "B-cognition", yang holistik dan lebih menerima; serta bertentangan dengan evaluatif "Kekurangan-kognisi" atau "D-kognisi". Serta nilai-nilai yang disebutkan dengan "Being-values” (menjadi-nilai).

Menurut Busthan Abdy (2017:376-378) dalam hal ini, juga terdaftar nilai-B yang diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Keutuhan (yaitu kesatuan, integrasi, kecenderungan untuk satu-ness, keterkaitan, kesederhanaan, organisasi, struktur, dikotomi-transendensi, order);
  • Kesempurnaan (yaitu kebutuhan, cukup-kanan-ness, cukup-begitu-an, yang tidak terhindarkan, kesesuaian, keadilan, kelengkapan, "oughtness")
  • Penyelesaian (yaitu berakhir, finalitas, keadilan, "itu selesai", pemenuhan, finis dan telos, takdir, nasib)
  • Justice (keadilan, ketertiban, keabsahan, "oughtness")
  • Gairah (yaitu proses, non-deadness, spontanitas, self-regulation, full-fungsi)
  • Kekayaan (yaitu diferensiasi, kompleksitas, kerumitan)
  • Kesederhanaan (kejujuran, ketelanjangan, esensialitas, abstrak, penting, struktur rangka)
  • Beauty (yaitu kebenaran, bentuk, gairah, kesederhanaan, kekayaan, keutuhan, kesempurnaan, selesai, keunikan, kejujuran)
  • Kebaikan (kebenaran, keinginan, oughtness, keadilan, kebajikan, kejujuran)
  • Keunikan (keistimewaan, individualitas, non-komparatif, kebaruan)
  • Effortlessness (mudah; kurangnya ketegangan; berjuang atau kesulitan; rahmat; sempurna; fungsi indah)
  • Main-main (yaitu bersenang-senang, sukacita, hiburan, keceriaan, humor, kegembiraan, effortlessness)
  • Kebenaran (yaitu kejujuran, kenyataan yang sebenarnya, ketelanjangan, kesederhanaan, kekayaan, dan oughtness, keindahan, murni, bersih dan murni, kelengkapan, esensialitas)
  • Swasembada (otonomi diri, kemandirian, tidak-perlu-yang-lain sendiri-in-order-to-be-sendiri, self-menentukan; transendensi lingkungan, keterpisahan, hidup dengan hukum-hukumnya sendiri).

Oleh: Abdy Busthan

******

Tulisan di atas dikutip dari buku:
Judul: Perkembangan Peserta Didik (dari halaman 371 sampai 378)
Penulis: Abdy Busthan
Penerbit: Desna Life Ministry
Tahun: 2017
Kota: Kupang

SUARA.NABIRE - Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire ditunjuk menjadi tempat Uji Kompetensi Mandiri oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan penyerahan sertifikat berlisensi nomor: TUK-LSPTD-1005-2020, oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknologi Digital.

Hal ini ditandai dengan acara peresmian yang digelar secara online oleh pihak BNSP melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknologi Digital dengan pihak Uswim, yang berlangsung di gedung rektorat Uswim Nabire pada Kamis (15/10/2020), Pukul 11.00-12.30 WIT.

Dalam sambutannya, Rektor Uswim Nabire, Drs. Petrus I Suripatty, M,Si., mengatakan bahwa pihak pelaksana yang nantinya ditugaskan dalam mengelola Uji Kompetensi (TUK) Mandiri adalah Fakultas Teknologi dan Rekayasa (Fateksa) Uswim Nabire.

"Untuk mendukung tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri di Uswim, kami sudah menyiapkan beberapa hal diantaranya laboratorium komputer dengan leptop sebanyak 10 buah, laboratorium jaringan, laboratorium Multimedia dan Fiber optik," demikian dikatakan Suripatty dalam sambutannya.

Rektor Uswim Nabire: Drs. Petrus I Suripatty, M,Si.

Suripatty menambahkan bahwa kebutuhan akan infrastruktur jaringan internet Kampus dan Komputer LAN di Uswim Nabire, juga disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi serta integrasinya dengan pengembangan sistem informasi untuk seluruh unit satuan kerja di areal kampus Uswim Nabire.

Tak lupa Suripatty berharap bahwa dengan ditunjuknya Uswim sebagai Tempat Uji Kompetensi Mandiri, maka ke depannya setiap dosen bisa memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang ilmunya masing-masing, serta diharapkan pula kepada seluruh mahasiswa Uswim Nabire yang lulus, nantinya bisa memiliki sertifikat komptensi masing-masing.


Sertifikat TUK Uswim Nabire  

Pada kesempatan itu, pihak LSP Teknologi Digital mengatakan bahwa Program Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) BNSP bertujuan untuk mempercepat pengakuan industri dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi, sekaligus memfasilitasi calon tenaga kerja atau tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

Pihak LSP menjelaskan pula bahwa uji kompetensi bagi setiap calon tenaga kerja maupun tenaga kerja sangat penting dilakukan mengingat sertifikat kompeten yang disandang merupakan pengakuan negara sehingga peluang kerja menjadi lebih terbuka dan luas.

Oleh karena itu mereka berharap pihak Uswim harus memperhatikan betul setiap langkah uji kompetensi yang diikuti masing-masing peserta (Red).

Video: 

Galeri Foto





SUARA.NABIRE - Suku Dani, Damal, dan Nduga (D3N) yang berada di Kabupaten Nabire, memberikan dukungan sepenuhnya kepada Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Nabire nomor urut 2: Mesak Magai, S.Sos., M.Si., dan Ismail Djamaludin. 

Dukungan tersebut dicantumkan dalam sebuah dokumen yang diantar langsung oleh Kepala suku dan ratusan massa dari suku Dani, Damal dan Nduga (D3N) kepada Paslon nomor urut 2, pada hari Senin (12/10/2020), di sekertariat Kemenangan Paslon nomor 2 yang terletak di Kalibobo, kota Nabire. 

Sem Wanimbo, selaku ketua umum suku D3N, mengatakan bahwa dokumen yang diantar adalah wujud dukungan sepenuhnya masyarakat suku Dani, Damal dan Nduga kepada Paslon nomor 2 pada Pilbup Nabire nanti.

"Kami sudah ikat suara untuk Paslon Mesak dan Ismail dalam draft dokumen yang kami antar langsung saat ini," tutur Sem saat menyerahkan dokumen dukungan kepada Cabup Mesak Magai.

Sem juga menambahkan bahwa kehadiran mereka datang kepada Paslon nomor urut 2 adalah dengan mengatasnamakan seluruh keluarga besar D3N (Dani, Damal, Nduga) yang berada di Kabupaten Nabire, yang terinci dalam 49 TPS dan 78 Gereja.

"Tidak cukup dukungan kami dari 78 Gereja dan 49 TPS saja, tetapi masih ada strategi lain yang akan kami gunakan untuk memenangkan Paslon urut 2 dan semuanya sudah dirangkum di dalam draft dokumen yang kami serahkan langsung kepada Paslon nomor 2," tegas Sem.

"Kita tidak bicara-bicara banyak lagi, dan waktu cuma disini saja! Kalau mau jadi, jadi satu kali," tegas Sem

Sem Wanimbo (Ketua Umum suku D3N)

Pernyataan dukungan suku Dani, Damal dan Nduga tersebut sebelumnya sudah disampaikan pada hari minggu kemarin pada 78 Gereja di Kabupaten Nabire, mulai dari klasis kota, Lagari dan Wanggar, yang berasal dari beberapa denominasi, seperti: Baptis, Gidi dan Kemah Injil.

Didepan suku Dani, Damal dan Nduga, Mesak Magai, mengatakan bahwa dokumen dukungan yang diserahkan kepadanya akan terwujud pada 9 Desember nanti dengan memilih Paslon nomor urut 2.

Cabup Nabire: Mesak Magai, S.Sos., M.Si.

Ditemui usai acara penyerahan dokumen dukungan, Mesak mengatakan bahwa masyarakat Lani mendukung dirinya maju sebagai Calon Bupati Nabire mengingat roda pemerintahan selama ini tidak berjalan baik. 

"Masyarakat Lani memberikan dukungan kepada saya karena mereka sudah mengetahui perjalanan roda pemerintahan selama ini. Mereka nyatakan suatu sikap bahwa pelayanan pemerintahan selama ini sudah lalai, disepelekan, dan tidak berjalan baik," demikian dikatakan Mesak kepada awak media ini. 

Mesak menambahkan bahwa pelayanan terhadap sektor keagamaan juga tidak berjalan baik, padahal menurutnya, APBD sangat besar.

Karena itu, Mesak berharap bahwa pernyataan sikap dukungan masyarakat suku Lani kepada Paslon nomor urut 2 akan terwujud pada tanggal 9 Desember nanti (Red).

SUARA.NABIRE - Seorang Pramuria bernama Nana (43 Tahun), penghuni Barak 7 A di Lokalisasi Kamp Samabusa, Distrik Teluk Kimi, ditemukan tewas berlumuran darah di kamarnya pada (9/10/2020), sekitar Pukul 04.27 WIT.

Menurut rekan korban bernama Desi (38 Tahun), sekitar Pukul 03.50 WIT, seorang tamu tak di kenal mendatangi lokalisasi Barak 7 A, Kamp. Samabusa dan menanyakan kepada Desi tarif sekali kencan. Kemudian Desi mengatakan tarif untuk sekali kencan adalah Rp300 ribu. Namun selanjutnya orang tersebut memilih Nana untuk berkencan.

Pukul 03.51 WIT, orang tersebut dan Nana langsung masuk ke dalam kamar. Dan sekitar pukul 04.12 WIT, orang tak dikenal itu terlihat keluar dari dalam kamar dengan menggunakan helm dan langsung pulang melalui pintu depan dengan disaksikan langsung oleh rekan korban lainnya bernama Dini (43 Tahun).

Karena Nana tidak keluar - keluar dari dalam kamarnya, maka sekitar pukul 04.25 WIT, Desi dan beberapa rekan lainnya menghampiri kamar Nana. Namun kamar korban telah terkunci dari luar yang di duga dikunci oleh pelaku.

Pukul 04.26 WIT, Desi bersama pramuria lainnya berusaha membuka pintu kamar dengan menggunakan kunci kamar miliknya yang sama dengan kunci kamar Nana. Dan seteleh pintu terbuka mereka pun terkejut melihat Nana sudah terlentang tanpa busana dengan darah berlimpah di atas kasur dalam kamar korban.

Selanjutnya Pukul 04.27 WIT, Desi dan pramuria lainnya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Bapak Slamet Pemilik Cafe Karaoke, yang kemudian melaporkannya kepada Bapak Karim selaku Kepala Lokalisasi Samabusa.

Setelah mendengar informasi tersebut, Bapak Karim selaku Kepala Lokalisasi Samabusa langsung melaporkan Kejadian tersebut kepada Polsek Kota Nabire sekitar Pukul 04.28 WIT.

Pukul 04.47 WIT, sekitar 1 Regu anggota Polsek Nabire dengan dipimpin oleh Ipda Edi Pamuji (Pawas Polsek Kota) tiba dilokasi kejadian dan langsung melaksanakan evakuasi terhadap jenazah korban ke dalam kantong jenazah, dan kemudian mengambil keterangan terhadap saksi-saksi. (Red).

SUARA.NABIRE - Perkenalan dan penerimaan 29 Mahasiswa Baru (MABA) Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Agadide [IKAPPMMA] kota studi Jayapura berlangsung dalam wadah organisasi melalui kegiatan orientasi selama tiga hari, terhitung hari Kamis tanggal 1-3 September 2020.

Acara tersebut berlangsung dengan tema:″Terus mengorbitkan Mahasiswa/i IKAPPMMA yang mandiri, kreatif, inofatif, nasionalis untuk berkompetensi dalam segala aspek″. 

Yanuarius Kobepa, selaku ketua panitia mengatakan, acara penerimaan mahasiswa baru di organisasai IKAPPMMA selama tiga hari berlangsung dengan baik

"Ya, pada hari Jumat kami memberi tiga materi di Hotel Wisma Kota Raja Luar, Jayapura dan pada hari Sabtu tanggal 3 September 2020, dilanjutkan  dengan rekreasi bersama di pantai hamadi jayapura," tuturnya.

Kobepa menjelaskan bahwa pada materi pertama membahas tentang Profil organiasi IKKAPPMMA, yang materinya dibawakan oleh Gradus Nakapa, sedangkan materi kedua membahas tentang ″Dampak Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan Manusia″ yang dibawakan oleh dr. Selpina Kadepa S.Sed. Sementara materi ketiga dengan tema: ″Papua Dalam Stigma Dunia," dibawakan oleh Martinus Nakapa S. IP.

"Tujuan dan harapan kami membuat kegiatan ini adalah untuk menambah anggota baru dalam organisasi agar kami belajar bersama dalam wadah ini," jelas Kobepa.

“Belajar sama-sama dalam wadah agar menjadi manusia dewasa yang mampu menciptakan sesuatu hal baru dalam wadah organisasi.” Tutup Yatipai selaku ketua panitia saat dihubungi media ini via telpon

Ditempat yang sama, Ketua IKAPPMMA kota studi Jayapura,  Gradus Nakapa, mengatakan pihaknya akan mengakomudir peserta baru untuk mengimplementasikan kinerja dalam wadah IKAPPMMA

“Kami mengakomudir peserta baru untuk mengimplementasikan kinerja dalam wadah IKAPPMMA ini agar kita bersatu untuk mengembangkan potensi wawasan agar supaya kita memimpin dalam salah satu bagian di era globalisai,″jelasnya 

Lanjut Nakapa bahwa:  “Apa yang kita akomodir peserta baru dalam Ikatan ini tujuannya untuk membentuk mentalitas dan karakter yang berjiwa pemimpin dan mencetak SDM masa depan demi daerah Meuwo, Papua,  yang bisa menjadi rasional bagi lingkungan atau salah satu individualisme, supaya kita mampu memimpin dalam negeri Papua".

"Harapan saya,  bahwa ketua panitia tahun 2020 ini mereka punya kinerja yang baik dan saya selaku ketua sangat apresiasi kepada mereka," terangnya.

Tak lupa pula ia berterima kasih kepada panitia karena mereka sudah mewujudkan sesuai amanat dari badan pengurus, dan semuanya sudah berjalan baik. (Rio Gobai)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget